Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Bacaan 4~Tema 7 Kelas 4 | Batik, Warisan Budaya Indonesia

  

Hari ini Dahlia dan teman-teman akan berkunjung ke desa wisata batik di
Jarum, Bayat, Klaten. Seperti di Surakarta dan Yogyakarta, di Klaten juga ada
perajin batik. Mereka akan melihat proses pembuatan kain batik di sana.
Tepat pukul 8.00 Dahlia dan teman-teman berangkat menuju Desa Jarum.
Dengan didampingi Pak Rahmadi, mereka naik bus ke Desa Jarum. Mereka
akan menempuh perjalanan, kira-kira 45 menit.
Kira-kira pukul 8.45 rombongan Dahlia tiba di desa wisata batik Jarum.
”Anak-anak, kalian akan melihat proses pembuatan batik tulis. Lihatlah
dengan cermat. Kalau ada yang tidak jelas, tanyakanlah,” pesan Pak Rahmadi
kepada anak didiknya.
Setelah itu, Dahlia bersama teman-temannya diajak berkeliling oleh
pengrajin yang mereka datangi. Satu demi satu mereka melihat proses
pembuatan kain batik tulis. Proses pembuatan kain batik tulis dimulai dengan
pemilihan kain. Yang dipilih adalah kain mori, katun, atau sutra sesuai dengan
kualitas kain batik yang diinginkan. Setelah pemilihan kain, diteruskan dengan
membuat gambar pada kain batik dengan malam atau lilin. Setelah digambar
sesuai dengan motif yang dipilih, kemudian dilakukan proses pewarnaan.
Pada batik Jarum ini ada dua jenis pewarnaan, menggunakan warna kimia 

dan warna alami. Selanjutnya, dilakukan proses nglorot atau proses perebusan
kain batik dengan air mendidih. Langkah selanjutnya, mencuci kain batik
tersebut dengan air dingin, lalu dikeringkan. Proses terakhir adalah direbus
lagi agar warnanya awet.
Dahlia dan teman-teman sudah selesai melihat proses pembuatan
kain batik. Mereka lalu meninggalkan tempat itu. Mereka senang. Hari itu
pengetahuan mereka bertambah.
”Anak-anak, kalian sudah mempelajari salah satu hasil budaya bangsa
kita, yaitu batik. Kalian harus tahu bahwa batik telah diakui UNESCO sebagai
warisan budaya bangsa Indonesia. Tanggal 2 Oktober menjadi hari bersejarah
bagi batik Indonesia, saat UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya
Indonesia. Maka, tanggal 2 Oktober diperingati sebagai hari Batik Nasional.
Anak-anak, batik Jarum yang kalian lihat proses pembuatannya tadi
merupakan salah satu ragam batik di Indonesia. Siapa yang bisa menyebutkan
ragam batik lain?” tanya Pak Rahmadi.
”Batik dari Surakarta dan Yogyakarta, Pak!” jawab Dahlia.
”Batik dari Pekalongan dan Cirebon, Pak!” jawab Rahmat, teman sekelas
Dahlia.
”Betul! Keempat daerah tersebut juga penghasil batik,” jawab Pak Rahmadi.
”Selain keempat daerah itu, masih ada lagi ragam batik Indonesia dari
daerah-daerah lain. Batik di setiap daerah punya ciri khas yang membedakan
dengan batik dari daerah lain. Contohnya, batik Yogyakarta pada dasarnya
merupakan batik dengan dasar putih. Nah, untuk melengkapi laporan kalian
tentang batik Jarum, carilah gambar motif batik dari berbagai daerah di
Indonesia. Tempelkan pada buku tugas kalian dan berilah keterangan nama
motif batik dan daerah asalnya. Jangan lupa, berilah ulasan singkat. Sampaikan
pendapatmu tentang batik. Apakah kamu bangga akan batik? Bagaimana
caramu mengungkapkan perasaanmu bahwa kamu bangga akan batik?
”Nah, Anak-anak itu adalah tugas yang harus kalian kerjakan. Tiga hari
lagi kita bahas bersama-sama di kelas,” perintah Pak Rahmadi kepada siswasiswinya.
Waktu tiga hari yang diberikan Pak Rahmadi sudah habis. Hari ini tugas itu
akan dibahas di kelas. Semua siswa sudah siap dengan hasilnya.
Pak Rahmadi lalu meminta satu demi satu siswa menjelaskan
hasil pekerjaannya. Ternyata para siswa sangat antusias dengan tugas
mengumpulkan motif batik dari daerah-daerah di Nusantara. Gambar motif
batik yang mereka kumpulkan pun beragam. Pak Rahmadi puas dengan hasil
pekerjaan siswa-siswinya.
Ternyata bermacam pendapat para siswa tentang batik. Hampir semua
mengatakan bangga akan batik. Mereka mengungkapkan kebanggaan 

mereka akan batik, salah satunya dengan mengenakan batik. Ada juga yang
berpendapat ikut melestarikan batik dengan belajar membatik.
”Anak-anak, Bapak sudah menjelaskan bahwa batik merupakan budaya
bangsa. Bahkan, batik sudah diakui dunia sebagai warisan budaya bangsa
Indonesia. Sama dengan budaya lainnya, batik nusantara pun amat beragam.
Keragaman itu menjadi kekayaan kita yang patut kita banggakan. Semboyan
Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu juga berlaku
untuk hasil budaya kita. Walaupun banyak ragam batik nusantara, semuanya
adalah hasil budaya bangsa. Oleh karena itu, keragaman tidak menjadikan
perpecahan. Justru keragaman akan membuat kita bersatu. Bersatu sebagai
bangsa Indonesia.”

Posting Komentar

0 Komentar